-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
KPK Akan Periksa Suryadharma Ali Sebagai Tersangka di Jumat Keramat

KPK Akan Periksa Suryadharma Ali Sebagai Tersangka di Jumat Keramat

Ikhwanul Khabibi - detikNews
KPK Akan Periksa Suryadharma Ali Sebagai Tersangka di Jumat Keramat
Jakarta - KPK telah mengagendakan untuk melakukan pemeriksaan terhadap eks Menag Suryadharma Ali sebagai tersangka kasus korupsi dana haji di hari Jumat (10/4/2015). Sebelumnya, Suryadharma sudah beberapa kali mangkir dari panggilan penyidik KPK saat akan diperiksa.

"‎Untuk Pak SDA sudah dilayangkan panggilannya untuk tanggal 10 April. Kita panggil Pak SDA sebagai tersangka, surat sudah kita layangkan," kata Plt Pimpinan KPK, Johan Budi di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (10/4).

Seperti diketahui gugatan praperadilan Suryadharma Ali telah ditolak dengan seluruhnya oleh hakim PN Jakarta Selatan. Sehingga, tak ada alasan lagi bagi Suryadharma untuk kembali mangkir.

Jika Suryadharma mangkir, maka KPK bisa melakukan penjemputan paksa. Apalagi, eks Menag itu sudah dua kali mangkir dari panggilan KPK.

Lalu, apakah Suryadharma akan langsung ditahan usai menjalani pemeriksaan siang nanti? Terkait kemungkinan penahanan ini, Johan Budi hanya menjawab diplomatis.

"‎Kita lihat hari Jumat (soal penahannya), penahanan menurut saya tergantung subjektivitas penyidik apakah tersangka bisa melarikan diri, mengulangi perbuatan yang sama, menghilangkan barang bukti atau bisa mempengaruhi saksi-saksi. Kedua berkaitan dengan tindak pidana tersebut dengan ancaman hukumannya bisa ditahan," jelas Johan.
Jika dilihat dari proses penyidikan, kasus yang menjerat mantan Ketum PPP itu memang hampir usai dan akan segera dilimpahkan ke pengadilan. Dalam kebiasaan KPK, seorang tersangka pasti akan ditangkap saat proses penyidikan sudah hampir selesai.

(kha/bpn)
Meski di Atas Angin, SDA Tetap Buka Pintu Islah dengan Romi

Meski di Atas Angin, SDA Tetap Buka Pintu Islah dengan Romi

Fajar Pratama - detikNews

Meski di Atas Angin, SDA Tetap Buka Pintu Islah dengan Romi
Jakarta - Kubu PPP Djan Faridz kini di atas angin setelah gugatan mereka dikabulkan oleh PTUN. Meski begitu, mereka tetap membuka pintu islah dengan kubu PPP Romahurmuziy.

"Pintu islah kepada mereka yang berseberangan tetap terbuka," ujar Suryadharma Ali di kawasan Kuningan, Jaksel, Kamis (26/2/2015).

Suryadharma mengatakan, sebelum putusan PTUN itu pihaknya sudah melakukan berbagai ikhtiar agar dua kubu di PPP itu bisa bersatu. Dia menggandeng tiga tokoh di luar PPP yakni Din Syamsuddin, Thahir Saimima dan Said Aqil Siradj sebagai mediator.

"Tiga tokoh itu memiliki reputasi yang baik dan bisa diterima semua pihak. Tapi mereka (pihak Romi) tidak merespon dengan positif karena mereka yakin menang di PTUN," ujar Suryadharma.

"Kenapa mereka yakin menang? Karena mereka didukung pemerintah. Apalagi sebelum putusan Pak Wapres JK hadir di Mukernas. Tapi ternyata kalah," sambung mantan Menteri Agama ini.

Ketua Majelis Hakim Teguh Satya Bhakti dalam sidang di Gedung PTUN, Jakarta Timur, Rabu (25/2/2015) kemarin, memutuskan menerima gugatan yang diajukan mantan Ketua Umum PPP Surya Dharma Ali terkait pengesahan Kemenkum HAM terhadap kepengurusan PPP kubu Romi.

Dengan adanya putusan ini maka surat keputusan Kemenkum HAM yang diperoleh pihak Romi batal. Sementara Romi menyatakan, kubunya dan Kemenkum HAM menyatakan banding atas putusan itu.

(fjp/trq)
SDA: Saya Mengetuk Jiwa Besar Pak Laoly untuk Tidak Banding

SDA: Saya Mengetuk Jiwa Besar Pak Laoly untuk Tidak Banding

Nur Khafifah - detikNews

SDA: Saya Mengetuk Jiwa Besar Pak Laoly untuk Tidak Banding  
Khafifah/detikcom 
 
Jakarta - PPP Kubu Djan Faridz telah memenangkan gugatan di PTUN. Kubu Djan meminta agar Kemenkum HAM dan kubu Romahurmuziy sebagai tergugat tidak mengajukan banding.

Hal itu dikatakan oleh Ketua Dewan Pertimbangan PPP versi kubu Djan Faridz, Suryadharma Ali. Suryadharma mengatakan hal tersebut berulang-ulang.

"Saya mengimbau Menkum HAM Yasonna Laoly untuk tidak mengajukan banding," kata pria yang akrab disapa SDA ini di gedung PPP, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2015).

"Saya betul-betul berharap dengan kerendahan hati dan saya ingin mengetuk jiwa besar dan hati Pak Laoly yang paling dalam untuk tidak banding," tambahnya.

Sebab menurutnya, pengajuan banding hanya akan memperuncing masalah yang terjadi di dalam tubuh PPP. SDA mengaku, konflik yang terjadi antara kubu dirinya yang diketuai oleh Djan Faridz dan kubu Romi betul-betul melelahkan.

"Terus terang kami menderita akibat perpecahan ini," katanya.

SK yang dikeluarkan oleh Menkum HAM yang mengesahkan Romi sebagai Ketua Umum PPP dinilainya mempersulit konsolidasi internal. Konflik yang menurutnya seharusnya dapat diatasi secara internal, menjadi semakin runcing.

"Oleh karena itu kami meminta semua pihak untuk menghormati putusan PTUN," tutupnya.

(kff/vid)
Susul Prabowo, SDA Ikut Merapat ke Bakrie Tower

Susul Prabowo, SDA Ikut Merapat ke Bakrie Tower

Aditya Fajar Indrawan - detikNews

Jakarta - Sejumlah petinggi Koalisi Merah Putih (KMP) menggelar pertemuan di Bakrie Tower. Tak lama setelah Prabowo Subianto tiba, Surya Dharma Ali (SDA) datang ke lokasi.

Pantauan detikcom, SDA tiba di Bakrie Tower, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (29/1/2015) pukul 19.42 WIB. Ia datang tak lama setelah Prabowo tiba, yakni pukul 19.25 WIB.
Ditanya apakah pertemuan Presidium KMP ini terkait dengan pertemuan Prabowo dengan Presiden Joko Widodo siang tadi, SDA tak menampik. Namun hal itu tak dibahas secara khusus.

"Tidak membahas khusus pertemuan dari Pak Prabowo dengan Presiden tadi. mungkin nanti setelah pertemuan baru ada obrolan," kata SDA kepada wartawan di lokasi.

(bar/van)
Back To Top