-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Kemenhub Akan Periksa Pesawat Sampai Proses Bisnis Trigana Air

Kemenhub Akan Periksa Pesawat Sampai Proses Bisnis Trigana Air

Herianto Batubara - detikNews
 Kemenhub Akan Periksa Pesawat Sampai Proses Bisnis Trigana AirJayapura - Kementerian Perhubungan mengambil langkah terkait jatuhnya pesawat Trigana Air di Okbape, Papua yang menewaskan 54 orang di dalamnya. Kementerian itu akan melakukan serangkan pemeriksaan.

"Kita akan periksa Trigana, baik pemeriksaan pesawat, maupun pemeriksaan proses bisnisnya, proses penjualannya," kata Jonan di Jayapura, Selasa (18/8/2015).

Jika ditemukan adanya pelanggaran, Kemenhub akan memberikan sanksi. Apa hukumannya? Jonan pun memberikan gambaran.

"Sanksinya banyak, salah satunya pengajuan rute baru kita enggak kasih dulu sampai itu diberesin," kata Jonan.

Dalam pertemuan dengan Jonan, pihak Trigana Air juga menduga adanya praktek percaloan terkait adanya temuan perbedaan manifes dengan profil para penumpang. Jonan juga meminta hal ini diberesi.

"Saya minta Trigana membereskan itu juga," kata Jonan.


(hri/faj)

54 Jenazah korban Trigana Air telah ditemukan

54 Jenazah korban Trigana Air telah ditemukan


54 Jenazah korban Trigana Air telah ditemukan
Pesawat Trigana Air (FOTO ANTARA/Anang Budiono) 
 
Jayapura (ANTARA News)- Sebanyak 54 jenazah penumpang Trigana Air yang jatuh di Papua berhasil ditemukan tim SAR, hari ini.

Sementara itu dari Sentani, Kabid Dokes Polda Papua, Kombes Pol dr Raymond mengatakan RS Bhayangkara siap menerima jenazah korban pesawat Trigana Air yang ditemukan oleh Tim SAR dan masyarakat.

"Iya, RS Bhayangkara sudah siap menerima para korban kecelakaan pesawat Trigana Air," katanya dari Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa.

Menurut dia, tenaga-tenaga medis telah disiapkan untuk mengidentifikasi korban. "Kini, kami tinggal menunggu untuk identifikasi korban," kata Raymond.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Patrieg mengatakan enam personel dari tim DVI sudah berada di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang.

"Sedangkan empat orang Tim DVI stand by di bandara Sentani. Dari Mabes Polri juga telah mengirim tiga orang ke Jayapura," kata Patrieg.

Kepala Basarnas Marsekal FHB Bambang Sulistyo menyatakan hingga pukul 11.37 WIT telah ditemukan lagi 18 korban atau jenazah pesawat Trigana Air setelah sebelumnya 20 korban pertama ditemukan Tim SAR pukul 11.05 WIT.
"Hingga pukul 11.37 WIT, tim SAR telah temukan 38 korban pesawat Trigana Air. Perinciannya 37 dewasa dan satu bayi," kata dia kepada keluarga korban di bandara udara Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa pagi.
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2015
Trigana Air: Kami Minta Maaf dan Turut Berduka Cita

Trigana Air: Kami Minta Maaf dan Turut Berduka Cita

Septiana Ledysia - detikNews Trigana Air: Kami Minta Maaf dan Turut Berduka CitaFoto: Manager Security Trigana Alfred Ahmaji Purnomo/Foto: Septi
 
 Jakarta - Pihak Trigana Air memastikan pesawat ATR 42 PK YRN dengan nomor penerbangan IL 267 sudah ditemukan dalam keadaan hancur. Pihak Trigana meminta maaf kepada para keluarga korban.

"Kami sampaikan rasa duka yang mendalam bagi pihak keluarga dan kami mohon maaf atas kejadian yang tidak diinginkan kita semua," ujar Manager Security Trigana Air, Alfred Ahmaji Purnomo di kantor Trigana, Kalimalang, Jakarta Timur, Senin (17/8/2015).

Alfred mengutarakan, pihaknya akan membantu seluruh evakuasi korban pesawat yang hilang kontak pada Minggu (16/8) sore itu. Pihaknya juga akan memberikan bantuan kepada korban sepenuhnya.

"Kita akan membantu keluarga korban sampai semua ditemukan. Namun, pencarian sudah dihentikan sementara karena cuaca buruk," terang Alfred.
Seperti diketahui, sebanyak 54 orang berada di dalam pesawat yang berangkat dari Sentani menuju Oksibil, Papua. Puing pesawat Trigana Air difoto oleh Tim SAR di pedalaman hutan di Distrik Okbape, Pegunungan Bintang, Papua.
(spt/imk)
 Menurut informasi masyarakat, pesawat Trigana Air ditemukan

Menurut informasi masyarakat, pesawat Trigana Air ditemukan


Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Perhubungan menyatakan berdasarkan informasi dari masyarakat, pesawat penumpang Trigana Air yang hilang kontak sejak Minggu siang, sudah ditemukan di Kamp 3 Distrik Okbape, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

"Berdasarkan informasi masyarakat menyatakan bahwa pesawat menabrak Gunung Tangok di Pegunungan Bintang," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Udara Suprasetyo dalam konferensi pers di Gedung Kementerian Perhubungan di Jakarta, Minggu malam.

Konferensi pers tersebut dihadiri oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan.

Menurut Prasetio, belum ada konfirmasi resmi dari pihak berwenang maupun aparat di tingkat lokal. "Ini masih berdasarkan informasi masyarakat," katanya ketika ditanyakan mengenai adakah konfirmasi dari aparat pemerintahan terdekat.
Pesawat Trigana nomor registrasi PK-YRN nomor IL - 257 rute Jayapura-Oksibil hilang kontak sekitar pukul 15.00 WIT.

Pesawat yang terbang dari Bandara Sentani pukul 14.22 WIT seharusnya mendarat di Oksibil 15.04 WIT. Pukul 14.55 WIT pesawat mengadakan kontak terakhir dengan menara ATC di Oksibil.
Prasetio mengkonfirmasi terdapat 49 penumpang didalamnya yang terdiri dari 44 orang dewasa, tiga orang anak-anak dan dua bayi. Sementara lima kru terdiri dari Pilot Kapten Hasanudin, Flight Officer Ariadin dengan pramugari Ika N dan Dita A serta mekanik Mario.

Menurut Prasetio, esok pagi-pagi aparat gabungan TNI, Polri dan Basarnas akan memulai misi untuk melakukan pencarian berdasarkan informasi masyarakat itu. Begitu pula pihaknya akan terbang ke Papua untuk turut membantu penanganan atas peristiwa tersebut.

Prasetio dalam kesempatan tersebut telah dibentuk crisis center baik oleh Trigana di Oksibil maupun di Jakarta.
Pihaknya sampai saat ini belum dapat mengetahui penyebab dari peristiwa tersebut.
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2015
Menteri Jonan: Kami Minta Trigana Air Tangani Keluarga Korban dengan Baik

Menteri Jonan: Kami Minta Trigana Air Tangani Keluarga Korban dengan Baik

Taufan Noor Ismailian - detikNews
Menteri Jonan: Kami Minta Trigana Air Tangani Keluarga Korban dengan Baik Foto: Bagus Kurniawan
Jakarta - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan meminta manajemen Trigana Air melakukan pelayanan sebaik-baiknya kepada para keluarga korban pesawat yang diduga menabrak gunung di Okbape, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

"Kami meminta manajemen Trigana untuk menangani keluarga korban dengan sebaik-baiknya berdasarkan aturan yang berlaku," ujar Jonan dalam konferensi pers di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Minggu (16/8/2015) pukul 20.30 WIB.

Jumpa pers di Kemenhub/Taufan Noor


Dalam konferensi pers ini Kemenhub juga menyebutkan call center Trigana Air di  021 8661302 dan juga crisis center di Bandara Sentani Jayapura di 08124806095 (Murwantoro). Jonan mengatakan Kemenhub sudah berkoordinasi dengan Basarnas, TNI, Polri dan pihak-pihak lain untuk pencarian yang akan dilakukan pada Senin besok.

"Besok pencarian akan dilakukan sepagi mungkin. Kabasarnas dan Dirjen Perhubungan Darat juga akan ke sana malam ini untuk melakukan penanganan evakuasi dan menjelaskan langsung kepada keluarga korban," ujar Jonan.

Kemhub menyitir informasi dari masyarakat menyebut pesawat rute Jayapura-Oksibil itu menabrak gunung di Distrik Okbape, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

"Pesawat Trigana Air sudah ditemukan di Distrik Okbape. Informasi dari masyarakat menyatakan pesawat menabrak pegunungan Okbape," kata Dirjen Perhubungan Udara Prasetyo.
(fan/faj)
Back To Top