-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online

Pesan Ekonom ke Jokowi: Bangun Daerah Pinggiran yang Berikan Untung

Rista Rama Dhany - detikfinance
Pesan Ekonom ke Jokowi: Bangun Daerah Pinggiran yang Berikan Untung
Jakarta -Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki agenda pembangunan nasional dengan nama Nawacita. Salah satunya membangun Indonesia dari pinggir. Namun, percuma daerah pinggiran dibangun infrastrukturnya, tapi tidak memberikan pendapatan bagi negara.

"Akan sia-sia bila daerah pinggiran yang dibangun justru tidak memberikan revenue kepada negara. Jalan dibangun di daerah pelosok tapi ekonominya nggak ada, ini harus jadi perhatian pemerintah," ujar Ekonom INDEF Aviliani di acara diskusi 'Mengawal Nawacita: Analisis Kritis Terhadap APBN 2015, di Kantor INDEF, Kalibata, Selasa (24/2/2015).

Aviliani mengatakan, untuk menumbuhkan ekonomi di daerah pinggiran, pemerintah harus menggandeng swasta. Misalnya Jababeka yang membangun kawasan industri.

"Misalnya seperti pembangunan daerah Tanjung Lesung pemerintah gandeng Jababeka, jadi pemerintah bangun infrastrukturnya, mulai dari pelabuhan, jalan dan lainnya, swasta yang menumbuhkan industrinya, ini seperti ada gula ada semut. Pasalnya, pemerintah bangun infrastruktur salah satunya pakai dana utang luar negeri, nanti bayar utangnya darimana kalau daerah yang dibangun tidak memberikan revenue," ungkapnya.

Ia menambahkan, tidak semua daerah pinggiran terutama di Indonesia Timur dibangun bersama-sama, harus ada skala prioritas yang dapat memberikan pendapatan dan mendorong ekonomi nasional.

"Apalagi saat ini pemerintah mengalokasikan dana infrastruktur dengan dana Rp 250-300 triliun, dana yang besar dan akan sayang jika infrastruktur yang dibangun tidak memberikan pendapatan bagi negara. Sudah banyak contoh, pelabuhan di daerah setiap 40 km ada pelabuhan, tapi nggak berkembang, masalahnya karena tidak ada kapal, kapal nggak mau masuk ke saya, karena baliknya tidak ada barang yang mereka bawa, hal-hal seperti ini yang harus diperhatikan," ungkap Aviliani.

Ditambahkan, Peneliti INDEF Imaduddin Abdullah, dalam APBN 2015, untuk membangun daerah pinggir, pemerintah memberikan dana transfer ke daerah cukup besar, walaupun secara ratio tidak terlalu signifikan. Pada 2015, transfer daerah mencapai Rp 600 triliun lebih dengan ratio 0,45% dari APBN.

"Tapi yang perlu diperhatikan dan kita kritisi, selama ini fiskal di daerah tidak sehat. Sementara realitanya 36%-40% belanja daerah dihabiskan untuk gaji pegawai dan belanja pegawia lainnya, bahkan ada beberapa yang 90%, apalagi keuangan daerah 63% masih tergantung tranfer dana dari pemerintah pusat," kata Imaduddin.

Pemerintah harus dapat memperbaiki kapasitas fiskal daerah, dengan cara mengurangi ketergantungan dana tranfer dan dana perimbangan di daerah, dan memaksimalkan pendapatan asli daerah.

"Harus juga dilakukan pembatasan alokasi belanja pegawai dalam formulasi DAU (dana alokasi umum). DAU hanya untuk menutupi fiscal gap. Tidak hanya fiskal daerah, pemerintah juga harus perhatikan sektor pinggiran lainnya yakni UMKM (usaha Kecil Menengah) yang selama ini minim perhatian. Memang ada KUR, tapi 70% UMKM yang dapat permodalan dari KUR usahanya di sektor perdagangan. Perdagangan selama ini tergantung pada impor, harusnya yang mendapat adalah usaha yang punya nilai tambah," tutupnya.(rrd/dnl)
Labels: Ekonomi

Thanks for reading Pesan Ekonom ke Jokowi: Bangun Daerah Pinggiran yang Berikan Untung. Please share...!

0 Komentar untuk "Pesan Ekonom ke Jokowi: Bangun Daerah Pinggiran yang Berikan Untung"

Back To Top