Ray Jordan - detikNews
Jakarta - Situasi politik di Yaman sedang
bergejolak. Pemerintah Indonesia pun melakukan upaya evakuasi WNI yang
berada di Yaman, termasuk mahasiswa Indonesia yang tengah menimba ilmu
di Negeri Hadhramaut tersebut.
Terkait upaya evakuasi ini, mahasiswa asal Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di Yaman meminta jaminan dari pemerintah Indonesia agar tidak mengganggu jalannya pendidikan.
"Kami bersedia dipulangkan, asalkan kita juga dijamin untuk dikembalikan lagi ke Yaman," kata Ketua Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI NU) Yaman, Arman Malieky, dalam keterangannya yang disampaikan ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui surat elektronik yang diterima detikcom, Senin (6/4/2015).
Arman mengatakan, pihaknya menyadari perkembangan di Yaman menunjukkan situasi yang sedang tidak kondusif dan evakuasi merupakan hal yang mendesak untuk dilakukan. "Dan kami memang harus menentukan pilihan. Kami minta PBNU, para ulama di Indonesia, rekan-rekan PCI se-dunia, bisa membantu agar aspirasi kami bisa tersalurkan," lanjutnya.
Arman yang masih tercatat sebagai mahasiswa semester 4 di Universitas Al Ahgaff di Kota Tarim juga mengungkapkan, permintaan adanya jaminan dikembalikan ke Yaman didasarkan pada kondisi perekonomian. Dikatakannya, sekitar 1500 mahasiswa Indonesia di Yaman akan terbengkalai pendidikannya jika pemerintah Indonesia tidak mampu memberikan jaminan pemulangan kembali ke Yaman.
"Perlu diketahui, banyak pelajar yang untuk berangkat memulai studi ke Yaman harus menjual tanah, emas, kebun, hewan (ternak) dan lain sebagainya. Sangat berat bagi mereka untuk pulang lagi ke Yaman jika pemerintah Indonesia tidak memulangkannya," tegas Arman.
(jor/jor)
Terkait upaya evakuasi ini, mahasiswa asal Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di Yaman meminta jaminan dari pemerintah Indonesia agar tidak mengganggu jalannya pendidikan.
"Kami bersedia dipulangkan, asalkan kita juga dijamin untuk dikembalikan lagi ke Yaman," kata Ketua Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI NU) Yaman, Arman Malieky, dalam keterangannya yang disampaikan ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui surat elektronik yang diterima detikcom, Senin (6/4/2015).
Arman mengatakan, pihaknya menyadari perkembangan di Yaman menunjukkan situasi yang sedang tidak kondusif dan evakuasi merupakan hal yang mendesak untuk dilakukan. "Dan kami memang harus menentukan pilihan. Kami minta PBNU, para ulama di Indonesia, rekan-rekan PCI se-dunia, bisa membantu agar aspirasi kami bisa tersalurkan," lanjutnya.
Arman yang masih tercatat sebagai mahasiswa semester 4 di Universitas Al Ahgaff di Kota Tarim juga mengungkapkan, permintaan adanya jaminan dikembalikan ke Yaman didasarkan pada kondisi perekonomian. Dikatakannya, sekitar 1500 mahasiswa Indonesia di Yaman akan terbengkalai pendidikannya jika pemerintah Indonesia tidak mampu memberikan jaminan pemulangan kembali ke Yaman.
"Perlu diketahui, banyak pelajar yang untuk berangkat memulai studi ke Yaman harus menjual tanah, emas, kebun, hewan (ternak) dan lain sebagainya. Sangat berat bagi mereka untuk pulang lagi ke Yaman jika pemerintah Indonesia tidak memulangkannya," tegas Arman.
(jor/jor)
Labels:
Mahasiswa,
Pendidikan,
RI,
Yaman
Thanks for reading Mahasiswa RI di Yaman Minta Jaminan Evakuasi Tidak Ganggu Pendidikan . Please share...!

0 Komentar untuk "Mahasiswa RI di Yaman Minta Jaminan Evakuasi Tidak Ganggu Pendidikan "