Rois Jajeli - detikNews
Jakarta - Walikota Surabaya dan Wakil Walikota Surabaya Tri Rismaharini-Wisnu Saktibuana dinilai Sekjen DPP PDIP Hasto Krisyanto menilai, pasangan ini cocok untuk kembali memimpin Kota Surabaya periode 2015-2020.
"Penilaian saya pribadi, kepemimpinan Ibu Risma dan Bapak Wisnu memang sangat layak untuk dipertahankan. Itu penilaian saya pribadi dan harus dibedakan," katanya kepada wartawan di sela acara Uji kelayakan dan kepatutan bakal calon kepala daerah/wakil kepala daerah pada Pilkada serentak 2015 di Provinsi Jawa Timur, di kantor DPD PDIP Jatim, Sabtu (9/5/2015).
"Tapi tentu saja partai memiliki mekanisme. Apapun yang kami suarakan, yang kami putuskan harus sejalan dengan harapan rakyat. Demikian pula penilaian saya pribadi terhadap kepemimpinan Bapak Anas di Banyuwangi. Itu kepemimpinan yang mampu menjabarkan garis-garis ideologi partai," tuturnya.
Hasto menegaskan, kepala daerah yang dicari adalah yang terbaik. Bahkan, PDIP mengharapkan mereka yang dinilai oleh rakyat berhasil menjadi kepala daerah, untuk menjadi pengajar partai.
"Sehingga dapat menyampaikan pengalamannya itu kepada mereka-mereka statusnya menjadi calon dan nanti akan mendapatkan rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan," jelasnya.
Kursi anggota DPRD Kota Surabaya sebanyak 15 kursi. Jumlah tersebut lebih dari batas minimal 10 kursi untuk mengusung pasangan calon walikota-calon wakil walikota.
Meski demikian, kata Hasto, PDIP membuka peluang untuk (koalisi) bekerjasama dengan partai politik lainnya mengusung cawali-cawawali Surabaya.
"Istilah kami adalah kerjasama. Tentu saja perlu kerjasama. PDI Perjuangan tidak bisa menyelesaikan sendiri, tetapi kerjasama itu ditempatkan untuk kepentingan rakyat, bukan untuk bagi-bagi kekuasaan," tuturnya.
"Kami dalam berpolitik tidak boleh takabur. Meskipun kami mampu mengusung sendiri, ketika ada pihak secara sadar ingin menyatukan dan bekerjasama, kenapa kami harus berpikir menolaknya," tandasnya.
(roi/rvk)
"Penilaian saya pribadi, kepemimpinan Ibu Risma dan Bapak Wisnu memang sangat layak untuk dipertahankan. Itu penilaian saya pribadi dan harus dibedakan," katanya kepada wartawan di sela acara Uji kelayakan dan kepatutan bakal calon kepala daerah/wakil kepala daerah pada Pilkada serentak 2015 di Provinsi Jawa Timur, di kantor DPD PDIP Jatim, Sabtu (9/5/2015).
"Tapi tentu saja partai memiliki mekanisme. Apapun yang kami suarakan, yang kami putuskan harus sejalan dengan harapan rakyat. Demikian pula penilaian saya pribadi terhadap kepemimpinan Bapak Anas di Banyuwangi. Itu kepemimpinan yang mampu menjabarkan garis-garis ideologi partai," tuturnya.
Hasto menegaskan, kepala daerah yang dicari adalah yang terbaik. Bahkan, PDIP mengharapkan mereka yang dinilai oleh rakyat berhasil menjadi kepala daerah, untuk menjadi pengajar partai.
"Sehingga dapat menyampaikan pengalamannya itu kepada mereka-mereka statusnya menjadi calon dan nanti akan mendapatkan rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan," jelasnya.
Kursi anggota DPRD Kota Surabaya sebanyak 15 kursi. Jumlah tersebut lebih dari batas minimal 10 kursi untuk mengusung pasangan calon walikota-calon wakil walikota.
Meski demikian, kata Hasto, PDIP membuka peluang untuk (koalisi) bekerjasama dengan partai politik lainnya mengusung cawali-cawawali Surabaya.
"Istilah kami adalah kerjasama. Tentu saja perlu kerjasama. PDI Perjuangan tidak bisa menyelesaikan sendiri, tetapi kerjasama itu ditempatkan untuk kepentingan rakyat, bukan untuk bagi-bagi kekuasaan," tuturnya.
"Kami dalam berpolitik tidak boleh takabur. Meskipun kami mampu mengusung sendiri, ketika ada pihak secara sadar ingin menyatukan dan bekerjasama, kenapa kami harus berpikir menolaknya," tandasnya.
(roi/rvk)

0 Komentar untuk "Sekjen PDIP Nilai Pasangan Risma-Wisnu Cocok Pimpin Kembali Kota Surabaya "