-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online

Pemerintah cabut subsidi listrik 18 juta pelanggan

Pemerintah cabut subsidi listrik 18 juta pelanggan
Menteri ESDM Sudirman Said (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
 Banyak subsidi listrik dari pemerintah yang tidak tepat sasaran,"


"Banyak subsidi listrik dari pemerintah yang tidak tepat sasaran," ucap Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) Sudirman Said saat berkunjung ke unit Pembangkitan Gresik PT PJB di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Kamis.

Ia mengatakan berdasar data PT PLN dan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNPPK) yang dilaporkan ke Kementerian ESDM dari total total 22 juta pelanggan penerima subsidi yang berhak menerima hanya sekitar 4,1 juta pelanggan, sehingga sebanyak 18 juta pelanggan dinilai tidak layak.

"Data yang dilaporkan itu merupakan hasil penyisiran tim PLN dan TNPPK ke semua wilayah di Indonesia. Selanjutnya hasil verifikasi akan diserahkannya ke Presiden, dan akan dilakukan pembahasan lewat rapat terbatas untuk pengambilan langkah berikutnya," katanya.


Rencananya, pencabutan subsidi untuk pelanggan listrik golongan 900 volt ampere (VA) akan mulai dilakukan pada Juli 2016, dengan proses secara bertahap, menyesuaikan situasi ekonomi dan sebagainya.

Manager Komunikasi, Hukum dan Administrasi PLN Distribusi Jatim Wisnu Yulianto mengatakan untuk wilayah Jawa Timur subdisi listrik yang salah sasaran juga terjadi.

"Tercatat ada sekitar 3,9 juta penerima subsidi yang masuk 900 VA, namun yang masuk kategori TNPPK hanya 497.000 pelanggan atau sekitar 10 persen saja," katanya.

Wisnu mengatakan saat ini PLN Jatim masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat selaku regulator, terkait teknis dan sistem yang akan diterapkan pada pencabutan subsidi listrik yang tidak tepat sasaran tersebut.
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Labels: 18 juta pelanggan, Cabut, Pemerintah, Subsidi Listrik

Thanks for reading Pemerintah cabut subsidi listrik 18 juta pelanggan. Please share...!

0 Komentar untuk "Pemerintah cabut subsidi listrik 18 juta pelanggan"

Back To Top