-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
30 Polisi Diperiksa Terkait Penembakan di Kerusuhan Tolikara

30 Polisi Diperiksa Terkait Penembakan di Kerusuhan Tolikara

Andri Haryanto - detikNews
 30 Polisi Diperiksa Terkait Penembakan di Kerusuhan TolikaraFoto: Wilpret Siagian/detikcom

 Jakarta - Proses penegakan hukum terkait proses kerusuhan Tolikara saat Idul Fitri kemarin terus bergulir. Termasuk proses penyelidikan terkait penembakan warga yang melakukan perusakan dan berakibat pada kerusakan beberapa bangunan di lokasi kejadian.

"Ada korban yang ditembak dan juga ada yang meninggal. Sekarang kita sedang proses 30 lebih anggota yang kita periksa dan juga senjata-senjata sudah kita periksa," kata eks Kapolda Papua Irjen Yotje Mende di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (31/7/2015). Yotje mulai hari ini resmi menyerahkan tongkat komandonya ke tangan Brigjen Paulus Waterpauw yang sebelumnya menjabat Kapolda Papua Barat.

Saat ini penyidik masih menunggu hasil laboratorium forensik Mabes Polri cabang Semarang guna memastikan kasus penembakan tersebut.

"Masalah-masalah adanya peluru, ini mereka akan mengecek dengan pengujian balistik. Uji balistik itu akan sangat jelas di-labfor-nya, nah ini kita sedang laksanakan," beber Yotje.
Proses hukum terkait dua tersangka kerusuhan sendiri masih terus berlangsung. Tidak menutup kemungkinan akan adanya tersangka lain. "Kemungkinan ke depan masih ada lagi ya," kata Yotje.

Meski demikian, proses hukum akan dilakukan secara persuasif. Ini agar dapat meredam gejolak yang terjadi di tengah masyarakat.
(ahy/slh)
Presiden Undang Tokoh-tokoh Agama ke Istana Bahas Insiden Tolikara

Presiden Undang Tokoh-tokoh Agama ke Istana Bahas Insiden Tolikara

Mega Putra Ratya - detikNews Presiden Undang Tokoh-tokoh Agama ke Istana Bahas Insiden TolikaraFoto: Mega Putra

Jakarta - Presiden Jokowi mengundang para tokoh-tokoh agama ke Istana Negara. Para tokoh-tokoh agama ini diundang menyusul insiden penyerangan umat muslim yang sedang melaksanakan salat Idul Fitri di Tolikara, Papua.

"Maksud pertemuan ini adalah dalam rangka kita bisa menyatukan pandangan. Kondisi kehidupan berbangsa dan bernegara. Secara khusus terkait kasus di Papua tepatnya di Tolikara," ujar Menag Lukman Hakim dalam sambutannya di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Kamis (23/7/2015).

Hadir dalam pertemuan ini mewakili pemerintah Presiden Jokowi dan Wapres JK. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kepala BIN Sutiyoso dan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti.


"Kehadiran bapak ibu selaku tokoh agama diperlukan dalam rangka, nanti presiden dan wapres ingin mendengar pandangan. Dan ada kesepakatan yang jadi pegangan kita dalam menyikap kasus tersebut," jelas Lukman.

Sementara itu para perwakilan tokoh agama yang hadir diantara Ketum PBNU Said Aqil Siradj, Amidhan, Ustad Yusuf Mansyur, Azumardi Azra, perwakilan PGI dan KWI dan sejumlah ormas Islam. Hingga pukul 16.20 WIB, Pertemuan masih berlangsung.
(ega/hri)
Ini Kata Menko Tedjo Soal Dugaan Keterlibatan OPM di Insiden Tolikara

Ini Kata Menko Tedjo Soal Dugaan Keterlibatan OPM di Insiden Tolikara

Mega Putra Ratya - detikNews
 Ini Kata Menko Tedjo Soal Dugaan Keterlibatan OPM di Insiden Tolikara
 Foto: Wilpret Siagian/detikcom

Jakarta - Polisi masih mengumpulkan bukti untuk menetapkan tersangka kasus penyerangan terhadap warga muslim yang sedang melaksanakan salat Id di Karubaga, Tolikara, Papua. Mungkinkah Organisasi Papua Merdeka (OPM) berada di balik insiden tersebut?

"Jangan kita ambil analisis sendiri. BIN dan Polri akan bekerja," ujar Menko Polhukam Tedjo Edhy saat dikonfirmasi soal dugaan keterlibatan OPM di kantornya Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2015).

Tedjo berharap semua pihak jangan terlalu cepat mengambil keputusan. Polisi akan menyelidiki aktor dan pelaku dibalik insiden tersebut.

"Dari kepolisian nanti yang akan memberikan laporan hasil penyelidikan," jelas Tedjo

Tedjo membantah jika dikatakan aparat tidak mengantisipasi insiden tersebut. Namun karena jumlah massa lebih banyak, maka insiden tersebut di luar kendali.

"Satu menjaga gereja, satu menjaga tempat salat. Tapi mereka berapa banyak. Kita sudah mengantisipasi itu," pungkasnya.
(ega/hri)

Mensos: Tidak Semua Korban Insiden di Tolikara Umat Muslim

Mensos: Tidak Semua Korban Insiden di Tolikara Umat Muslim

Elza Astari Retaduari - detikNews Mensos: Tidak Semua Korban Insiden di Tolikara Umat MuslimFoto: Elza Astari

 Jakarta - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengirimkan tim untuk mengecek dampak sosial insiden penyerangan terhadap umat muslim saat salat Idul Fitri di Tolikara, Papua. Ia berpendapat tidak semua korban terdampak pembakaran ruko adalah umat muslim.

"Perlu dijelaskan, bukan hanya kios penduduk muslim yang terbakar. Ada yang penduduk asli Tolikara, ada yang kristen dari Toraja karena itu merembet kan (kebakarannya)," ungkap Khofifah di rumah dinasnya, Jl Widya Chandra, Jaksel, Minggu (20/7/2015).

Tim Kemensos mendata, ada 63 ruko dan 1 musala yang terbakar dalam insiden yang terjadi pada Jumat (17/7) lalu itu. Sebanyak 153 jiwa yang tinggal di 63 ruko itu kini mengungsi di belakang kantor Koramil dan Polres setempat.

"Ada masyarakat asli Tolikara. Ada yang namanya Bindo Jikwa, Dorkas Jikwa, Lasiora, ruko yang terdampak kebakaran karena merembet, toko merangkap rumah," jelas Khofifah.
"Saya sudah komunikasikan dengan Kapolri logistiknya aman maka saya ingin ke sana hari Rabu untuk memastikan langsung bahwa ini aman. Untuk anak-anak dibutuhkan trauma healing dan di sana ada 2 orang yang bisa. Sementara itu dulu," sambung politisi PKB itu.
(ear/aan)

Soal Insiden Tolikara, Menag: Larangan Beribadah Melanggar Konstitusi

Soal Insiden Tolikara, Menag: Larangan Beribadah Melanggar Konstitusi

Gagah Wijoseno - detikNews Soal Insiden Tolikara, Menag: Larangan Beribadah Melanggar KonstitusiFoto: Grandyos Zafna

 Jakarta - Sebuah insiden penyerangan terhadap warga yang tengah menggelar Salat Id terjadi di Karubaga, Tolikar, Papua pada Jumat (17/7/2015) lalu. Beberapa pekan sebelumnya beredar surat edaran dari Gereja Injili di Indonesia (GIDI) yang melarang warga muslim menggelar Salat Id di Tolikara.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pun angkat bicara terkait dugaan adanya aksi pelarangan bagi pemeluk agama untuk beribadah. Dia menegaskan bahwa konstitusi menjamin kemerdekaan setiap penduduk untuk memeluk agama dan beribadah menurut keyakinannya.

Institusi agama yang melarang terlebih melakukan kekerasan terhadap umat beragama lain yang sedang beribadah, dapat dianggap melecehkan konstitusi. Menurut Lukman larangan beribadah apalagi yang berujung kekerasan jelas melanggar konstitusi. Pihak-pihak yang terbukti melakukannya harus bertanggung jawab secara hukum.
"Pihak-pihak, baik perorangan maupun institusi, yang terbukti melakukan hal seperti itu tak hanya melanggar hak asasi manusia yang dijamin UUD 1945, tetapi juga telah meruntuhkan sendi-sendi bangunan kerukunan hidup umat beragama," kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Senin (20/7) di Jakarta.
Aparat penegak hukum, kata Lukman, harus mampu menangani dan menindak pelaku pelanggaran hak asasi manusia (HAM) seperti itu. Tidak terkecuali bila pelakunya adalah tokoh agama, ormas keagamaan maupun institusi keagamaan.

Sementara kepada tokoh agama dan institusi keagamaan, Menteri Lukman mengajak untuk bersama-sama terus menjaga kerukunan dan kedamaian serta menegakkan HAM.

"Saya sungguh mengimbau tokoh-tokoh agama dan majelis-majelis agama untuk terus merawat kerukunan dan kedamaian kehidupan sesama umat beragama dengan menegakkan HAM setiap kita dalam beribadat," kata mantan Wakil Ketua MPR RI itu.
Terkait peristiwa di Tolikara, Papua, ia berharap semua pihak tidak terpancing untuk main hakim sendiri. "Percayakan penyelesaian kasus ini pada institusi yang berwenang. Kedepankan persatuan-kesatuan bangsa di atas kepentingan kelompok atau golongan. Jaga NKRI dari ulah provokator," tegasnya.

Jumat (17/7) lalu, terjadi kericuhan saat umat Muslim menggelar salat Idul Fitri di Karubaga, Tolikara, Papua. Kericuhan berawal ketika sekelompok orang dari GIDI (Gereja Injili Di Indonesia) membubarkan secara paksa jamaah Salat Id yang sedang memulai ibadah.

Aparat keamanan yang bertugas kemudian melepaskan tembakan peringatan guna membubarkan massa. Namun, kericuhan tak terkendali dan mengakibatkan sejumlah kios dan sebuah tempat ibadah Muslim hangus terbakar. Akibat peristiwa ini pula, satu orang meninggal dan 11 lainnya terluka.

Sabtu (18/7), Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin telah menugaskan tim Ditjen Bimas Kristen dan Badan Litbang untuk terjun ke lokasi dan berkoordinasi dengan tim kantor Kementerian Agama setempat. Tim ini ditugaskan mengambil dan mengimplementasikan langkah-langkah yang diperlukan guna menuntaskan masalah sekaligus mencegahnya agar tidak meluas.


(gah/erd)
Back To Top